Senyuman Kecil Usaha Budidaya Jangkrik

Kampung Kahuripan Jaya.Rabu 06 Desember 2017.Senyuman mentari pagi menghangatkan luasya hamparan kehijuan. Aktivitas manusia mulai terasa kesibukan berlalu lalang mencari kenikmatan sebuah rejeki.sosok seorang warga yang berlokasi dipertengahan kampung kahuripan jaya mulai melakukan aktivitas rutin,menuju sebuah kandang sederhana untuk menyiapkan segala sesuatu.suara krik-krik bernyayi seakan berinstrumen not nada demi nada. mulailah aktivitas bapak sucipto melakukan kegiatan usaha perternakkan budidaya jangkrik.

Sebuah kandang sederhana tempat berkembang biakkan jangkrik.(foto tim sideka)

berawal dari obrolan kecil antar kawan tetangga tentang unikya usaha jangkrik dan melihat kebutuhaan akan bahan pakan bagi pemeliharaan hewan khususya pemeriharaan burung.
maka tahun 2012 usaha ini dikembangkan, berawal 2 kotak usaha ini dikembangkan akhirya memiliki 18 kotak.mulanya pembibitan diperoleh dari teman di jawa timur daerah kediri dan pengiriman melalui jasa online.

Pemisahaann telor yang terbaik.(foto sideka)

kemudian dikembangkan,dipelihara secara tradisional.
pemelihara budidaya jangkrik tidak semudah yang dipikirkan,melalui berbagai tahap proses serta ketelitian,keuletan,dan kesabaran.Tahap-tahapan budidaya jangkrik meliputi:
1. pementasaan benih telor jangkrik
2. pemisahaan benih telor dengan jangkrik 1 bulan
3. penyediaan media kotak tempat penyusunan karpet
4. pemisahaan kotak sesuai dengan umur jangkrik
5. pemberiaan makanan dari centrat dan sayur-sayuran.

Peletakaan beberapa karpet untuk memisahkan jangkrik yang sudah dewasa.(foto/sideka)

 

Pemberian makan sayuran merupakaan menu tambahaan.(foto sideka)

Menurut Bapak Sucipto budidaya jangkrik tidak lepas dari berbagai hama dan penyakit,terutama hama yang sering muncul seperti cicak dan kadal yang sering memakan jangkrik kecil,serta penyakit musiman yang tiba-tiba mati mendadak.
usaha jangkrik ini untuk memenuhi kebutuhaan pakan bagi para kolektor hewan burung,umpan pemancingan dan usaha proyek makanan.pemasaranya penjualannyaa masih meliputi kawasan Tulang Bawang.biasaya Bapak Sucipto memasarkan melalui patner (agen).perkilo perharga melalui agen Rp.30 ribu dan pemasaran langsung sekitar 50 ribu sampai 40 ribu.

 

Memanen dan menimbang untuk dipasarkan.(foto sideka)
Jangkrik yang sudah dikemas siap untuk dipasarkan atau di distribusiskan.(foto sideka)

ketika tim sideka kampung mengujungi tempat usaha budidaya jangkrik,melihat langsung aktivitas dari awal hingga akhir.Bapak Sucipto mengutarakan hambatan-hambatan secara non teknis kepada tim sideka,bahwasannya usaha ini sangat baik untuk prospek kedepan sehingga diharapkan pihak pemerintahaan kampung lebih meningkatkan lagi solusi-solusi untuk kedepan lebih baik lagi.” usaha budidaya jangkrik merupakaan peluang pontensi bisnis yang menguntungkan,maka diharapkan pihak kampung lebih proaktif lagi dalam pemberiaan solusi dan pelayanan bagi usaha saya” pernyataan kesemangatan Bapak Sucipto…

Bapak sucipto siap order ke agen2 pengempul jangkrik.(foto/sideka).

Aparatur kampung sangat bangga sekali dikarenakan salah satu warga masyarakat mempunyai insiatif peluang dalam menghidupkan usaha serta mengharapkan kedepan bisa menciptakaan lagi lapangan kerja,sedangkan pemerintah hanya sebagai media dan pelayaan masyarakat,mendukung dan memberikan kenyamanan wargaya.”kampung sangat senang sekali terhadap usaha wargaya,diharapkan apabila ada kendala baik secara teknis maupu non teknis,kampung siap membantu dan memberikan solusinya”. ungkapan dari aparatur kampung…

kemandirian merupakaan awal dari sebuah kesuksesya.menyingkapi berbagai masalah akan muncul berbagai solusi…
menuju warga kampung Kahuripan Jaya mandiri dan berinovasi.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan