Pontensi Panen Hasil Jagung Milik Bapak Somidi Kampung Kahuripan Jaya

Kahuripanjaya.Sideka |Jagung (Zea mays .ssp) merupakaan jenis  tanaman (monokotil) pangan penghasil karbohidrat yang terpenting selain gadum dan padi. Di Indonesia jagung merupakaan tanamaan komoditas utama selain padi sebagai bahan pangan. kampung Kahuripan Jaya memiliki areal perkebunan yang luas yang dikelola oleh masyarakat secara pribadi serta sektor tanah yang mendukung untuk menanam komoditas tanaman jagung. Salah satu petani  yang telah memanen jagung dari pengolaahaan seluas 2 hektra dengan jenis jagung hibrida,dalam 1 hektar panen menghasilkan ± 7 ton/hektar. Bapak Somidi merupakaan salah satu dari petani yang mengelolah tananaman jagung,pengolahaan tanaman jagung harus memiliki tahapan persiapaan secara baik dan benar. “jagung merupakaan salah satu hasil pertanian yang menjanjikan serta pertaniaan yang memiliki kualitas sumber daya yang tinggi,memiliki pontensi yang unggul dalam bidang pertaniaan.”ungkapan bapak somidi…

Tanaman jagung yang siap untuk dipanen berumur 3 bulan.( fhoto.doc sideka )

Maka banyak sekali petani beralih menanam jagung sebagai komoditas utama. Dengan jarak tanam pendek sekitar 3 bulan panen dan harga jual relatif stabil dibandingkan dengan komoditas hasil perkebunan yang lain seperti : singkong,karet dan padi.

jagung memiliki beberapa tahap pengelolahaan sampai dengan pemanenan.

1.Tahap pengolahaan tanah

Untuk menanama jagung membutuhkan lahan tanah yang subur dan pengolahaan yang baik,dengan cara menggeburkan tanah menggunakan bajak atau pun cangkul. Di samping menggemburkan tanah serta meratakaan tanah lalu ditaburkan pupuk kompos bertujuaan meningkatkan kesuburan tanah.

2. Tahap penanaman dan tahap pemeliharaan

Setelah lahan siap untuk ditanam,kemudian lahan tanam diberikan lubang sedalam 3 hingga 5 cm  berurutan dengan jarak tanam 25×75 cm,dengan bibit yang dibutuhkan sekitar 20 hingga 30 kg/hektar. Satu lubang penanaman memasukan sekitar 1 atau 2 butir biji jagung,kemudian tutup lubang dengan tanah, berikan pupuk tambahaan dalam waktu tertentu.

3. Tahap panen

Memanen tanaman jagung kurang lebih 85 sampai 95 hari,dengan cara mememetik buah dari tandan pohonya   secara tradisional.

Para ibu sedang berkerja memanen jagung dengan cara dipetik.(doc.sideka)

Selain faktor penanaman yang harus diperhatikan secara serius adalah faktor organisme pengganggu hama dan gulma.biasaya yang sering terjangkit pada tanaman jagung adalah penyakit bulai,karat daun,busuk pelepah,lalat bibit,ulat tanah,penggerek batang jagung dankumbang gudang. Untuk mengtasinya berbagai hama maupun gulma penggangu dilakukan penyemprotaan obat untuk mencegah dan membasmi berbagai macam organisme pengganggu.

Salah satu bapak bekerja memindahkan hasil memanen.(doc.sideka)

Produk utama jagung merupakaan bahan pokok masyarakat dalam hal pemenuhaan pangan.selain itu juga jagung dapat dimaanfaatkan sebagai sumber pakan hewan ternak.olahaan industri pangan,farmasi,kosmetik dan industri kimia.

Hasil beberapa panenan jagung yang dikumpulkan.(doc.sideka)

mengharapkan pihak pemerintahaan kampung melalui aparatur terkait untuk lebih berperan aktif dalam hal penyuluhaan pertaniaan khususnya dalam bidang hasil perkebunan,serta membantu meningkatkan kesejahteraan dalam bidang pertaniaan.” Uangkapan para petani jagung…

Dengan kualitas pengolahaan lahan yang baik maka menghasilkan panenan berkualitas tinggi dan memuaskan.(fhoto kreatif sideka|dc)

kampung siap memberikan pelayanan terpadu terkait hal apa saja yang menjadi beban masyarakat,akan tetapi tidak semua segala aspek pemerintahaan kampung dapat melayani  keperluaan masyarakat.” Ungkapannya….

Menuju kampung mandiri,berdaya saing tinggi dan meningkatkan peran ekonomi kampung dalam bergotong royong  masyarakat Kahuripan Jaya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan