Penyuluhan Kesehatan Terhadap Penyakit DBD dan Malaria Serta Pengobatan Gratis

Kahuripanjaya.sideka|Program penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis  di Balai Kampung Kahuripan Jaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Tulang Bawang Rabu,14 Maret 2018. Menyampaikan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),serta menjelaskan  penyebaraan nyamuk yang menyebabkan penyakit khususya DBD dan MALARIA.

 

Memberikan penjelasan tentang fungsi dan tujuan dari GERMAS kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.(doc.sideka)

GERMAS adalah gerakan bersama yang memiliki beberapa tujuan mulai menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kesakitan, kematian maupun kecacatan,menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku kearah yang lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen. untuk itu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.Secara umum Germas bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban biaya kesehatan.

Kegiatan utama yang dilakukan dalam rangka Germas adalah :

  1. Peningkatan aktivitas fisik
  2. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
  3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
  4. Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
  5. Peningkatan kualitas lingkungan
  6. Peningkatan edukasi hidup sehat

 

Dalam membentuk kondisi badan sehat setiap hari harus Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari,Mengkonsumsi buah dan sayur, dan Memeriksakan kesehatan secara rutin. Selain itu jangan lupa memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar”tutur salah satu penyampai materi program germas.

 

Salah satu petugas kesehatan memberikan arahan dan penjelasan tentang salah satu penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk berserta cara menanggulangi wabah penyakit.(doc.sideka)

Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Di Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Gejala yang akan muncul seperti ditandai dengan demam mendadak, sakir kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan menifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah serta adanya kemerahan di bagian permukaan tubuh pada penderita.

Pada umumnya penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) akan mengalami fase demam selama 2-7 hari, fase pertama: 1-3 hari ini penderita akan merasakan demam yang cukup tinggi 400C, kemudian pada fase ke-dua penderita mengalami fase kritis pada hari ke 4-5, pada fase ini penderita akan mengalami turunnya demam hingga 370C dan penderita akan merasa dapat melakukan aktivitas kembali (merasa sembuh kembali) pada fase ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang kuat dapat terjadi keadaan fatal, akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah (pendarahan). Di fase yang ketiga ini akan terjadi pada hari ke 6-7 ini, penderita akan merasakan demam kembali, fase ini dinamakan fase pemulihan, di fase inilah trombosit akan perlahan naik kembali normal kembali.

Tindakan agar dapat mencegah DBD :

  1. DBD adalah penyakit menular yang ditandai dengan panas (demam) disertai pendarahan yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti  yang hidup di dalam dan di sekitar rumah.
  2. Kenali gejala atau tanda awal dan lanjut DBD dan segera lakukan pertolongan
  3. Ketahui siklus nyamuk Aedes Aegypti
  4. Ketahui cara berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti
  5. Cegah penularan DBD dengan memutus rantai penularan DBD
  6. Membentuk Jumantik (Juru Pemantau Jentik) terbukti berhasil menurunkan jumlah kasus DBD

 

Antusias para warga mendatangi balai kampung demi mendapatkan pelayanan pengobatan gratis.(doc.sideka)

Malaria merupakan adalah penyakit menular akibat infeksi parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria yang bernama Anopheles. Nyamuk Anopheles penyebab penyakit malaria ini banyak terdapat pada daerah dengan iklim sedang khususnya di benua Afrika dan India. Termasuk juga di Indonesia.
Parasit plasmodium yang ditularkan nyamuk ini menyerang sel darah merah. Sampai saat ini ada empat jenis plasmodium yang mampu menginfeksi manusia yaitu plasmodium vivax, plasmodium malariae, plasmodium ovale dan plasmodium falciparum. Plasmodium falciparum merupakan yang paling berbahaya dan dapat mengancam nyawa.Banyak yang mengira penyakit malaria sama dengan demam berdarah karena punya gejala yang mirip dan sama-sama ditularkan oleh nyamuk. Namun perlu diketahui bahwa keduanya berbeda. Malaria disebabkan oleh nyamuk anopheles yang membawa parasit plasmodium, sementara demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang membawa visrus Dengue.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas kesehatan terhadap kondisi warga.(doc.sideka)

Gejala malaria mirip dengan gejala flu biasa. Penderita mengalami demam, menggigil, nyeri otot persendian dan sakit kepala. Penderita mengalami mual, muntah, batuk dan diare. Gejala khas malaria adalah adanya siklus menggigil, demam dan berkeringat yang terjadi berulang ulang. Pengulangan bisa berlangsung tiap hari, dua hari sekali atau tiga hari sekali terggantung jenis malaria yang menginfeksi. Gejala lain warna kuning pada kulit akibat rusaknya sel darah merah dan sel hati.

Para petugas kesehatan menyiapkan beberapa resep dan aturan penggunaan obat.(doc.sideka)

Infeksi awal malaria umumnya memiliki tanda dan gejala sebagai berikut :

  • Menggigil
  • Demam tinggi
  • Berkeringat secara berlebihan seiring menurunnya suhu tubuh
  • Mengalami ketidaknyamanan dan kegelisahan (malaise)

Tanda dan gejala lain antara lain:

  • sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare

 

Keseriusan para petugas kesehatan dalam melayani keluhan warga terhadap kondisi badan.(doc.sideka)

Dalam beberapa kasus, parasit penyebab malaria bisa bertahan dalam tubuh manusia selama beberapa bulan. Sementara itu, infeksi akibat parasit P. falciparum biasanya lebih serius dan lebih mengancam nyawa. Sehingga ketika merasakan gejala tersebut, penangan dokter lebih awal sangat disarankan.

Ciri umum beberapa genus nyamuk penular penyakit diantaranya:

1. Aedes

  • Probocis tidak sama panjang dengan palpi
  • Scutelum terdiri dari tiga lobus
  • Bagian ujung abdomen (perut) nyamuk Aedes lancip

2. Anopheles

  • Mempunyai probocis sama panjang dengan palpi
  • Scutellum membulat
  • Vena sayap nyamuk tertutup sisik gelap dan pucat
  • Kaki nyamuk Anopheles panjang dan langsing

3. Culex

  • Probocis tidak sama panjang dengan palpi
  • Scutellum terdiri dari tiga lengkungan
  • Sisik sayap pipih simetris dan homogen
  • Ujung abdomen membulat

4. Armigeres

  • Ukuran nyamuk relatif besar
  • Probocis lebih panjang dari palpi

5. Mansonia

  • Probocis dengan palpi tidak sama panjang
  • Scutellum terdiri dari 3 lobus
  • Sisik sayap asimetris

Pencegahan Yang Bisa Kita Lakukan :

1. Bersihkan bak mandi Anda seminggu sekali

Air merupakan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti . Nyamuk betina bertelur pada dinding bak yang terisi air, larva nyamuk kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme yang hidup di sekitarnya. Selama masa ini, larva nyamuk akan melepaskan kulit pelindung mereka dan berkembang biak hingga mencapai tahap terakhir. Ketika larva nyamuk sudah cukup kuat, selanjutnya larva akan berubah menjadi pupa. Pada tahap pupa, tidak dibutuhkan makanan. Pupa hanya akan mengalami perubahan bentuk hingga akhirnya menjadi nyamuk biasa yang siap terbang.

Keseluruhan siklus ini berlangsung 8 – 10 hari dalam suhu ruang. Membersihkan bak mandi Anda setidaknya satu minggu sekali dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

2. Perhatikan perabotan rumah tangga Anda yang menampung air

Baskom berisi air, vas bunga, ember, dan wadah lain yang dapat menampung air berpotensi menjadi tempat nyamuk bersarang. Rajin-rajinlah membersihkan tempat-tempat tersebut setidaknya dua kali seminggu untuk mengurangi risiko munculnya nyamuk pembawa demam berdarah.

3. Gunakan kasa nyamuk

Kasa nyamuk berguna untuk mencegah masuknya nyamuk dari luar rumah. Anda bisa memasang kasa nyamuk ini pada pintu dan jendela Anda.

4. Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama

Sesekali perhatikanlah gantungan baju Anda di balik pintu. Baju kotor yang menumpuk dapat menjadi tempat favorit untuk dihinggapi nyamuk. Memang tumpukan baju kotor bukan tempat nyamuk berkembang biak, tetapi merupakan tempat favorit nyamuk hinggap. Hal ini dikarenakan nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. Jika Anda memang harus menyimpan kembali baju yang telah dipakai, letakkan baju pada tempat yang bersih dan tertutup.

5. Gunakan lotion anti nyamuk atau kelambu

Ketika Anda hendak bepergian, jangan lupa gunakan lotion anti nyamuk terutama pada bagian tubuh yang tidak tertutup oleh pakaian. Namun tidak hanya saat bepergian, Anda tetap harus melindungi diri dari gigitan nyamuk ketika sedang tidur karena nyamuk demam berdarah aktif pada malam hari hingga menjelang subuh.

Selain menggunakan lotion anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur juga dapat membantu menghindari gigitan nyamuk dan mencegah demam berdarah.

 

Pengecekan kadar gula darah dan golongan darah yang dilakukan oleh petugas kesehatan terhadap salah satu warga.(doc.sideka)

Itulah beberapa pencegahan berkembangbiakya nyamuk,selain itu juga ada program yang terpopuler nyaitu 3M untuk mencegah demam berdarah dan malaria.nyaitu:

  1. Menutup tempat penampung air

Seperti yang diketahui bersama, nyamuk adalah hewan yang berkembang biak dengan melewati beberapa fase tertentu, yaitu mulai dari telur, jentik nyamuk, hingga nyamuk dewasa. Telur nyamuk hanya bisa menetas di media air yang nantinya akan menjadi jentik-jentik nyamuk. Jentik nyamuk inilah yang jika tumbuh bisa bertransformasi menjadi nyamuk dewasa. Oleh karena itu, pencegahan pertama dari penyakit demam berdarah yang bisa dilakukan adalah dengan mencegah perkembangan nyamuk melalui media air. Salah satunya dengan menutup semua tempat penampungan air. Untuk kamar mandi yang menggunakan bak mandi, maka tutuplah bak mandi dengan penutup yang rapat. Demikian juga dengan gentong, atau bentuk penampungan air terbuka lainnya. Hal ini akan membantu mencegah perkembangbiakan nyamuk di dalam rumah.

  1. Menguras bak mandi atau tempat penampungan air lainnya

Cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan menguras bak mandi dan tempat penampungan air lainnya secara bersih dan serutin mungkin. Hal ini perlu dilakukan, karena bukan hal yang tidak mungkin jika jentik-jentik nyamuk tetap bisa berkembang pada penampungan air. Menguras bertujuan untuk mengurangi habitat bagi jentik-jentik nyamuk. Selain itu, jentik-jentik akan bisa dibuang dalam proses pengurasan. Setidaknya lakukan pengurasan sebanyak satu kali dalam satu minggu untuk mengurangi risiko penyebaran nyamuk penyebab DBD.

  1. Mengubur atau mendaur ulang barang bekas

Jika ada barang bekas atau barang yang sudah tidak terpakai, maka lebih baik dikubur atau dimanfaatkan dengan daur ulang. Terutama barang bekas yang bisa memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak (kaleng, botol, gelas bekas, dan lainnya yang bisa menampung air). Lebih baik benda-benda seperti itu dikubur agar tidak menampung air. Selain itu, barang bekas yang menumpuk dalam rumah juga akan menjadi tempat sarang nyamuk.

Keseriusan dalam peningkatkan pelayanan kesehatan yang ditunjukan oleh dua petugas kesehatan terhadap masyarakat.(doc.sideka)

“ penyebaran penyakit yang disebabkan dari nyamuk,bisa dicegah melalui 3M: Menutup,Menguras,Mengubur untuk memutus sriklus berkembangbiakan nyamuk,selain itu juga kesadaran terhadap pola hidup sehat,kebersihan lingkungan pribadi dan lingkungan.”ungkapan dari pihak puskes…

 

“ Dengan adanya program kesehatan dan pengobatan gratis diharapkan masyarakat kahuripan jaya,menjadi masyarakat sehat dan terjamin dalam kesehatannya,mari masyarakat manfaatkan lah salah satu program kesehatan ini sebaik-baikya demi kesehataan dan peningkatan standar mutu kesehatan”ungkapan bapak kepala kampung…

 

(sdc)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan