Pengajian Akbar Akhirusanah Santri Ponpes Salafiyah Darussalamah

Kahuripanjaya.news// Dalam rangka pengajian akbar akhirusanah santri ponpes salafiyah Darussalamah Kampung Kahuripan jaya,kec.Banjar Baru,kab.Tulang Bawang,senin,22/04/2019.Pengajian ini menghadirkan sosok kharismatik,beliau berasal dari yogyakarta, KH Miftha Maulana Habiburrahman atau gus miftha. beliau merupakan sosok dai muda yang telah malang melintang kepenjuru pelosok nusantara, pendakwah yang unik dan nyentrik dalam hal penyampaikan siar agama.pengajian ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh,terutama kepala kampung,instasi pemerintahan kecamatan,tokoh agama,tokoh masyarakat,Ipnu dan Ippnu,unsur keamanan dan segenap warga Kahuripan Jaya.

 

Bapak kepala kampung sekaligus ketua panitia mengucapkan rasa terima kasih atas partisipasi panitia dan warga,dalam penyelenggaraan pengajian akbar ini.(doc.sideka)

Dalam sambutan Bapak Kepala Kampung sebagai ketua panitia “memberikan apresiasi dalam kesemangatan penyelenggaran pengajian akbar,sehingga acara dapat berjalan dengan baik, berterima kasih kepada warga kampung kahuripan jaya yang ikut membantu suksesya dan menghadiri kultum ilmu untuk meningkatkan kualitas diri kedepan yang baik” ungkapan kepala kampung…

Gus miftha memberikan tausiyah tentang penguatan akidah nu dalam kehidupan sehari.(doc.sideka)

Gus miftha menuturkan bahwa sebagai warga NU harus menjaga tradisi yang telah ditanam sejak dini dari lahir hingga sekarang,perbedaan mencolok antara NU dengan yang lain terletak dari kebiasaan amaliah yang dijalankan.Dalam dakwah NU beribadah tidak selalu menggunakan dalil naqli tetapi sering menggunakan dakwah pendekatan budaya untuk memudahkan dalam hal penyampaian,seperti penyebaran para wali menggunakan kebudayaan.
Dulu zaman para wali mendirikan masjid selalu berada di alun-alun atau tempat yang ramai.seperti,masjid demak yang berada ditengah alun-alun karena ramai dengan masyarakat. Bahkan masjid demak sengaja di letakan sebuah gamelan sebagai seni kebudayaan untuk memikat warga supaya mendatangi masjid,dengan metode pendekaatan melalui seni gamelan nyanyian sair,seperti : Ilir-ilir yang memaknai tentang rukunnya islam,Seluku-seluku batok memaknai thoharoh,turi-putih, memaknai tentang orang meninggal,gundul-gundul pacul memaknai pejabat tidak korupsi.sehingga menarik masyarakat untuk berbondong-bondong mempelajari islam secara damai.ini lah metode yang diterapkan oleh para pendakwah nadahtul ulama sebagai ciri khas NU amaliah dalam ibadahnya.Sebagai warga NU disinilah arti peran utama pentingnya pondok pesantren ataupun lembaga kependidikan dibawah naungan nadhatul ulama untuk mempertahan kan akidah aswaja sebagai benteng dari paham-paham radikalisme serta menjaga tradisi yang telah diturunkan oleh para ulama pendahulu dan wali songo.kegiatan pengajian yang diselenggarakan pondok pesantren NU mengharapkan peran utama masyrakat sebagai pendukung.
Ada 3 hal yang harus diperhatikan dan ditingkatkan,nyaitu : peran dalam ilmu,peran dalam harta,peran dalam tenaga.jadi warga NU harus bangga memondokkan anak-anaknya untuk menjaga akidah ahlisunnah waljamaah dan jamiah nadhatul ulama,insya allah ulama selamat NKRI pun selamat.serta peran utama santri dalam menyampaikan ilmu bermanfaat kepada masyarakat,menjaga tradisi guru-guruya dan menjadi benteng pertama menjaga akidah aswaja.

Ketua IPPNU  Cahyani eka putri mengsosialisasikan serta mengajak remaja muda untuk partisipasi untuk menambah wawasan aswaja serta kebangsaan nasional.(doc.sideka)

Hadir pula ketua Ikatan Pelajar Putri nadhatul ulama (IPPNU), mengsosialisasikan serta mengajak kepada putra dan putri ya untuk ikut partisipasi dalam kegiatan remaja,Organisasi ini wadah menambah wawasan serta mengbentengkan diri dari paham radikalisme”seiring dengan perkembangan zaman, dinamika pemikiran serta pemahaman tentang sebuah paham begitu deras mengalir, ipnu atau ippnu hadir memberikan tujuan kepada remaja pemahaman tentang kesempurnaan sikap yang berakhlakul karimah dan bertaqwa kepada allah swt,tegak dan berkembangya syariat islam menurut faham ahlus-sunnah wal jamaah,terbentuknya kader bangsa yang berilmu dan berwawasan nasional serta ber ideologi pancasila.”ungkapan ketua ippnu ….

Para ibu-ibu musilmah melantunkan sholawat.(doc,sideka)

 

 

Bangser siap mengamankan demi berjalan ya kegiatan pengajian akbar.(doc,sideka)

Mari bersama kita membangun bangsa ini dengan generasi-generasi berahlak mulia berdasar aqidah aswaja,serta memberikan peran penting bagi masyarakat luas.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan